Presiden RI Prabowo Subianto saat duduk menggunakan kereta cepat "Whoosh" saat bertolak menuju Bandung, Jawa Barat, Rabu malam. Aktual/TIM MEDIA PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah rampung. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu pengumuman resmi terkait penyelesaian tersebut.

“Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” kata Purbaya usai menghadiri acara simposium PT Sarana Multi Infrastruktur di Hotel Ayana Midplaza, Rabu (22/4/2026).

Purbaya menjelaskan, langkah restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dilakukan untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia dan China. Ia mengungkapkan bahwa proses tersebut juga telah dibahas langsung dengan Menteri Keuangan China.

“Kemarin saya bertemu Menteri Keuangan China. Kan (penyelesaian) ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China,” ujarnya.

Sebagai Bendahara Negara, Purbaya menilai keputusan ini turut memperkuat kepercayaan pemerintah China terhadap komitmen Indonesia dalam menyelesaikan kewajiban utang. Selain itu, langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga kredibilitas Indonesia di mata internasional.

Meski demikian, ia belum merinci skema yang digunakan dalam restrukturisasi tersebut. Termasuk kemungkinan peran PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) apakah akan masuk sebagai special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

“Saya pikir, saya enggak berhak mengumumkan sekarang ya,” kata Purbaya.

Belajar dari pengalaman proyek Whoosh, Purbaya menekankan pentingnya pengawalan ketat oleh para pemangku kepentingan dalam proyek-proyek besar ke depan. Hal ini dinilai penting agar pelaksanaan proyek berjalan lebih terarah dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

“Nanti ke depan akan dimonitor dengan baik untuk semua proyek yang besar,” ujarnya.

Sebelumnya, pada November 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemampuan negara dalam membayar utang proyek Whoosh yang mencapai sekitar Rp 1,2 triliun per tahun. Ia menyatakan tidak ada persoalan terkait pembiayaan tersebut.

Menurut Prabowo, keberadaan kereta cepat tidak semata-mata dinilai dari aspek untung dan rugi. Ia menekankan manfaat luas bagi masyarakat, seperti mengurangi kemacetan, menekan polusi, serta mempercepat waktu tempuh perjalanan.

“Manfaatnya, mengurangi macet, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menilai proyek kereta cepat Whoosh menjadi sarana penguasaan teknologi bagi Indonesia sekaligus simbol persahabatan antara Indonesia dan China.

“Sudahlah, Presiden RI ambil alih tanggung jawab. Kita kuat, uang kita ada,” tegas Prabowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt