Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/YouTube/MPRGOID/Fath Putra Mulya
Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/YouTube/MPRGOID/Fath Putra Mulya

Jakarta, aktual.com – Siswi SMAN 1 Pontianak sekaligus peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI, Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha, menyampaikan apresiasi atas dukungan luas yang diberikan masyarakat setelah videonya dalam ajang LCC viral di media sosial.

Ocha mengatakan dukungan dan respons positif dari masyarakat menjadi dorongan moral bagi dirinya dan tim untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan ke depan.

“Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya,” ujar Ocha ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

Kehadiran Ocha di Jakarta diketahui setelah memenuhi undangan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda.

Ia mengaku tidak menyangka video perlombaan yang melibatkan timnya mendapat perhatian begitu besar dari publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rifqinizamy turut memberikan apresiasi terhadap kemampuan komunikasi para peserta LCC dari SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni sekolah tersebut, ia mengaku terkesan dengan kualitas para peserta yang dinilainya tampil percaya diri dan komunikatif di usia remaja.

“Saya kira saya terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya. Ini kan kalau saya dulu berarti kelas 1, kelas 2 SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini kemampuan komunikasi saya,” ujar Rifqi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi psikologis para peserta yang masih berada pada usia remaja agar tidak mendapatkan tekanan berlebihan akibat sorotan publik.

“Yang tidak kalah penting kita juga harus sadar mereka adalah remaja yang secara psikologi harus kita proteksi,” sambungnya.

Sebelumnya, video perlombaan LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah muncul perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta yang dinilai serupa.

Dalam video yang beredar, Grup C dari SMAN 1 Pontianak memperoleh nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai 10 dari juri yang sama.

Peserta dari Grup C sempat menyampaikan protes karena merasa jawaban yang diberikan memiliki substansi yang sama. Namun, dewan juri menyebut jawaban tersebut dianggap tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

Menyikapi polemik tersebut, pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menyatakan telah menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi internal.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain