Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri) berdialog dengan petugas haji yang berjaga di kompleks Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (20/5/2026) waktu setempat. ANTARA/Citro Atmoko
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (kiri) berdialog dengan petugas haji yang berjaga di kompleks Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (20/5/2026) waktu setempat. ANTARA/Citro Atmoko

Jakarta, Aktual.comKementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi setelah fase keberangkatan dari Tanah Air rampung dilaksanakan.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) dengan total 202.551 jemaah dan 2.098 petugas telah tiba di Makkah. Selain itu, terdapat 16.596 jemaah haji khusus yang juga sudah berada di Arab Saudi.

“Seluruh fase keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Tanah Air telah selesai. Saat ini, layanan difokuskan untuk memastikan kesiapan Armuzna, mulai dari tenda, penempatan jemaah, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah,” ujar Maria, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, Kemenhaj kini mematangkan layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) agar berjalan tertib dan lancar.

Kemenhaj juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang atribut seperti spanduk, stiker, atau penanda di tenda jemaah, baik di Arafah maupun Mina. Penempatan jemaah harus mengikuti pengaturan resmi guna menghindari kebingungan di lapangan.

“Jika ditemukan atribut KBIHU di tenda, akan langsung dicabut dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kemenhaj turut mengapresiasi jemaah yang telah menunaikan kewajiban dam melalui mekanisme resmi. Hingga saat ini, sekitar 145.341 jemaah tercatat telah membayar dam, dengan rincian 102.364 jemaah melalui layanan Adahi di Arab Saudi dan 38.992 jemaah melalui mekanisme di Indonesia.

Menjelang Armuzna, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan menghemat tenaga, memperbanyak istirahat, serta menjaga asupan makanan dan cairan. Jemaah juga diminta membawa perlengkapan secukupnya, termasuk dokumen identitas, obat pribadi, dan perlengkapan ibadah.

Selain itu, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami kelelahan.

“Kami mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran ibadah haji tahun ini, agar seluruh jemaah diberi kesehatan dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” ujar Maria.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi