Medan, Aktual.co — Lembaga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Sibolga mendukung penghentian Kurikulum 2013 (K-13).
“Kalau saya, mendukung penundaan (K-13) itu,” kata Sekretaris PGRI Kota Sibolga, Liat Sinaga saat dihubungi Aktual.co dari Medan, Kamis (11/12).
Menurutnya, Kurikulum 2013 itu terkesan dipaksakan. Pasalnya belum ada evaluasi dan ujicoba.
“Karena itu memang pelaksanaanya cenderung dipaksakan, belum ada ujicoba, evaluasi, tiba-tiba dilaksanakan,” tandas Liat.
Pemberlakuan K-13 menyebabkan guru-guru maupun siswa di daerah kaget dan membutuhkan adaptasi lama.
“Jadi kalau kami setuju itu distop, terutama yang gelombang kedua, kalau gelombang pertama kan sudah dilaksanakan, itupun kalau mereka keberatan, harap mengajukan permohonan. Jadi kita masih ngos-ngosan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh: