Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufakur mikro dan kecil pada triwulan pertama 2015 mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya produksi industri kertas dan barang dari kertas sebesar 25,32 persen, industri minuman naik 20,14 persen, serta jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan sebesar 16,11 persen.
Kepala BPS, Suryamin mengatakan produksi industri manufaktur mikro dan kecil trwiulan pertama 2015 naik 0,64 persen jika dibandingkan terhadap triwulan keempat 2014. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang terbesar adalah industri kertas dan barang dari kertas yang naik 8,54 persen, bahan kimia dan barang dari bahan kimia naik 2,78 persen, serta industri percetakan dan reproduksi media rekaman naik 2,75 persen.
“Jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri tembakau yang turun 58,34 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik turun 7,7 persen, serta industri komputer, barang elektronika dan optik turun 6,87 persen,” ujar Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (4/5).
Lebih lanjut dikatakan dia, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Riau yang naik mencapai 20,84 persen, Papua Barat naik 18,95 persen, Papua naik 16,3 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan yaitu Provinsi Kalimantan Utara yang turun sebesar 4,84 persen, Nusa Tenggara Barat turun 4,60 persen, dan Sumatera Barat turun 3,74 persen.
“Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Sulawesi Selatan turun 12,24 persen, Sulawesi Utara turun 6,81 persen, dan Kalimantan Utara turun 4,84 persen,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















