Jakarta, Aktual.co — Kesejahteraan petani yang diukur melalui nilai tukar petani (NTP) terus mengalami penurunan setiap bulannya. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan NTP pada April 2015 sebesar 100,14, turun 1,37 persen jika dibandingkan Maret 2015 yang sebesar 101,53.
“Penurunan NTP ini terjadi pada semua subsektor pertanian, kecuali NTP peternakan saja yang bulan ini naik,” ujar Kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (4/5).
Lebih lanjut dikatakan dia, subsektor NTP tanaman pangan mengalami penurunan 3,44 persen menjadi 97,33 persen, hortikultura turun 1,02 persen menjadi 100,3, tanaman perkebunan rakyat turun 0,4 persen menjadi 97,07. Sedangkan NTP peternakan naik 0,11 persen menjadi 106,85 persen.
“Tanaman perkebunan itu turun karena pengaruh harga CPO yang juga turun. Lalu untuk perikanan juga turun 0,43 persen baik di nelayan maupun di budidaya ikan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, nilai NTP merupakan indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. Semakin tinggi NTP, semakin kuat pula kemampuan atau daya beli petani.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















