Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (4/5) pagi bergerak melemah sebesar 55 poin menjadi Rp13.015 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp12.960 per dolar AS.
Berbeda dengan Rupiah yang kian terpuruk, laju  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin dibuka naik 6,90 poin atau 0,14 persen menjadi 5.093,334. Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2015), IHSG dibuka bertambah 7,301 poin (0,14%) ke level 5.093,726. Indeks LQ45 tumbuh 2,418 poin (0,28%) ke level 871,858.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG maju 6,819 poin (0,13%) ke level 5.093,244. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 2,519 poin (0,29%) ke level 871,959.
“Hari ini pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data ekonomi di awal bulan pasca long weekend, yang disinyalir masih akan cukup stabil sehingga bisa memberikan nuansa positif bagi perkembangan gerakan IHSG,” ungkap Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam riset yang diterima Aktual di Jakarta, Senin (4/5).
Menurutnya, capital outflow masih berlanjut sehingga mengurangi angka capaian capital inflow Ytd, namun kondisi masih berada di atas Rp10 triliun, hal ini masih menunjukkan kondisi perekonomian yang cukup stabil.
Ia menerangkan, support saat ini berada pada level 5.015, dengan target resisten pada level 5.285. “Momen koreksi saat ini tergolong momen yang cukup langka bagi investor dengan timeframe jangka panjang, sehingga peluang untuk melakukan akumulasi pembelian dapat dimanfaatkan dengan cermat serta pemilihan saham yang tepat,” terang dia.
Dalam risetnya, William juga mengemukakan sejumlah saham yang parut diperhatikan pada perdagangan hari ini adalah ERAA, AKRA, BMRI, JSMR, INDF, UNVR, PWON, LSIP, dan BBNI.

Artikel ini ditulis oleh: