Jakarta, Aktual.co —Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Sabtu (18/10) mengatakan, ia ingin mempertahankan dialog dengan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) guna menuntaskan perujukan serta mengakhiri pertikaian di dalam tubuh Palestina.

Penegasan Abbas itu dikeluarkan saat peresmian Dewan Revolusioner Partai Fatah yang dipimpinnya, di Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan. “Dialog kami dengan HAMAS akan berlanjut sampai perujukan penuh dicapai,” katanya.

“Kesepakatan terakhir yang kami capai dengan HAMAS dilandasi atas dua masalah utama, pembentukan pemerintah persatuan dan penyelenggaraan pemilihan umum,” kata Abbas, sebagaimana diberitakan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi (19/10). Ia merujuk kepada pembentukan pemerintah konsensus yang diambil sumpahnya pada Juni.

Abbas mengatakan, Jerusalem Timur adalah prioritas utama pemimpin Palestina. Ia mengungkapkan, kota suci tersebut menghadapi serangan pemukim Yahudi yang mau memecah kota itu dan mengosongkannya.

Ketika berbicara mengenai langkah untuk pergi ke Dewan Keamanan PBB, bagi diakhirinya pendudukan Israel demi mendirikan negara Palestina, Abbas mengatakan, “Kami pergi untuk memperoleh resolusi yang memberi kami hak untuk mendirikan negara kami dalam perbatasan 1967.”

Dalam kesempatan lain, Komite Sentral Faksi Fatah menyeru pemerintah Inggris agar mengakui Negara Palestina Merdeka yang didirikan di wilayah yang diduduki Israel pada 1967.

()

()