Ilustrasi Vaksin Nusantara

Jakarta, aktual.com – Ahli Vaksin Biopharma, dr. Neni Nurainy menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab sulitnya menyebarkan vaksin halal untuk masyarakat di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa terdapat ketentuan WHO yang menjadi acuan penyebaran vaksin booster ini yaitu Heterolog dan Homolog. vaksin homolog merupakan jenis vaksin primer atau vaksin dosis lengkap yang sama dengan jenis vaksin booster, sedangkan vaksin heterolog berarti jenis vaksin primer dan vaksin booster yang digunakan berbeda.

“Dalam pengadaan vaksin itu ada yang namanya vaksin heterolog dan homolog yang sudah menjadi ketentuan WHO dan kita mengikuti juga apa yang disampaikan ITAGI,” ucapnya saat menghadiri Forum Dialog yang dilaksanakan oleh YKMI, Jakarta, Rabu (19/1).

Selain itu, ketersediaan vaksin halal juga menjadi salah satu penyebab yang menjadikan sulitnya mendapatkan vaksin halal.

“Ketersediaan vaksin halal ini juga menjadi salah satu faktornya,” ungkapnya.

Selain itu, dr. Iwan menyampaikan bahwa vaksin jenis sinovac yang telah mendapatkan sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah habis sejak vaksin pertama.

“Sinovac yang suntik pertama sudah habis, sebanyak 290 juta dosis sinovac,” tambahnya.

(Rizky Zulkarnain)