Jakarta, Aktual.com – Tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), yang mengatakan daging ayam yang dijual di pasar-pasar tradisional tidak halal, disanggah oleh para pedagang ayam di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur.

Salah seorang tukang jagal sekaligus pedagang ayam di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Iqbal (21) menyanggah tudingan Ahok tersebut. Pasalnya ia memiliki sertifikat halal dari Kementrian Agama.

“Kalau dibilang gak halal, masa kita punya sertifikat dari Mentri Agama,” ucapnya ketika ditemui Aktual.com di tempatnya berjualan, Rabu (20/1).

Lanjut Iqbal, sertifikat tersebut dalam perpanjangannya didapat setelah kementrian agama melakukan tinjauan langsung ke tempatnya melakukan usaha.

“Kalau kita mau memperpanjang sertifikat halal, orang dari kementrian agama dateng ke sini. Kadang juga pura-pura jadi orang yang beli ayam. Jadi kalau kita gak halal gak mungkin kita masih dagang,” imbuhnya.

Terkait cara penyembelihan yang dikatakan tidak sesuai syariat Islam, yakni menunggu tiris darah ayamnya, salah seorang tukang jagal, Aldo (24) mengatakan bahwa mereka menyembelih ayam hingga mati tidak lagi mengeluarkan darah.

“Kita nunggu ayamnya mati dulu, kan udah gak netes lagi tuh darahnya, baru direndem air panas. Kalo gak nunggu mati kitanya kecepretan air panas,” ucap Aldo di tempat yang sama.

Selain menunggu ayamnya betul-betul hilang darahnya, Aldo juga mengatakan bahwa setiap potong ayam dilakukan dengan membaca doa terlebih dahulu, “Bismillah ya Allahu Akbar,” tuturnya memperagakan.

Hal itu dilakukannya atas ajaran dari bosnya yang mewajibkan setiap menyembelih hewan haruslah melafalkan doa sebelumnya, “Itu diajarin sama bos. Karena bos kita kan tahu agama,” tutupnya.

()