Jakarta, Aktual.co —Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak mau mempermasalahkan nominal dana yang akan dikucurkan Pemprov DKI ke daerah-daerah penyangga Ibukota yakni Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek).
Menurutnya dana sebesar Rp 100 miliar yang akan dikucurkan ke tiap-tiap daerah itu bukanlah jumlah yang besar. 
Karena dia berpendapat yang terpenting untuk dilihat bukan di angka atau jumlahnya kucuran dana. Tetapi manfaat yang dapat diambil ketika dana tersebut berhasil dialokasikan untuk kebijakan yang baik bagi Ibukota.
“Misalkan gini, kalau misalkan Tangerang nih, kalau kamu mau teruskan jalan layang sampai Ciledug, kalau dananya Rp1 triliun mau gak kira-kira? Mau kan. Jadi bukan soal angkanya. Satu triliun juga gak papa. Jadi istilahnya Jakarta itu diperluas untuk atasi sungai dan jalan, kekuasaan tetap di mereka tapi duitnya pake duit kita,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Selasa (21/10).
Bahkan menurut Ahok harusnya Pemprov DKI yang berterima kasih kepada daerah-daerah penyangga karena bersedia untuk dibangun untuk kepentingan DKI.
“Ini kita harusnya berterima kasih sama mitrai-mitra yang rela daerahnya kita bangun tanpa egoisme, kan ini kepentingan kita,” ujarnya.
Sebagai informasi, Ahok berencana akan kucurkan dana sebesar Rp100 miliar ke tiap-tiap daerah Bodetabek untuk membantu menyelesaikan masalah Jakarta. Seperti dalam insfrastruktur, di mana daerah-daerah penyangga dapat membantu melebarkan jalan serta sungai. 
Surat pun sudah diajukan ke pihak DPRD DKI Jakarta untuk meminta persetujuan pihak tersebut.
Namun, seperti dalam pemberitaan sebelumnya, penolakan muncul dari Fraksi Gerindra di DPRD DKI atas rencana Ahok tersebut.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Abdul Ghoni tegas menolak karena berpendapat pengucuran dana seperti itu bukan solusi untuk mengatasi masalah-masalah di Jakarta, khususnya banjir dan macet.
Ujar Ghoni, untuk urusan Jakarta sebagai Ibukota, pemerintah pusat harusnya lebih berperan dan turun tangan di masalah pendanaannya.
“Jadi tidak perlu Pemprov DKI Jakarta yang memberikan bantuan itu,” kata dia, saat ditemui di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat, Selasa (14/10).
Kebijakan itu, menurutnya membebani anggaran daerah dan dana itu seharusnya dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih tepat. 
Terkait persoalan banjir di Jakarta, kata politisi asli Betawi tersebut, penyebab utamanya adalah di soal penanganan Sungai Ciliwung. 
“Solusinya itu hanya satu, untuk mencegah banjir itu. Buat waduk di Ciawi, Bogor untuk menampung air dari Sungai Ciliwung,” kata dia.
Selain menganggap kebijakan itu tidak tepat, Ghoni juga mempermasalahkan sikap Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang lebih dulu gencar menyampaikan rencana pengucuran dana itu, tanpa lebih dulu membicarakannya ke DPRD DKI.

()