Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat mudik Lebaran 2026 seiring perluasan program mudik gratis oleh BUMN.
Menurut AHY, pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga mengarahkan pergeseran pilihan moda transportasi masyarakat ke angkutan umum yang lebih aman dan terorganisir.
“Ini tentu akan mengurangi perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau sepeda motor, termasuk mendorong penggunaan kapal dan kereta,” ujar AHY saat pelepasan Mudik Bersama BUMN 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan mudik tahun ini mencapai 143,91 juta orang di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52,98 persen atau 76,24 juta orang diperkirakan masih menggunakan mobil pribadi, sementara 16,74 persen atau 24,08 juta orang memilih sepeda motor.
Dominasi kendaraan pribadi tersebut, terutama roda dua, dinilai memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi dalam perjalanan jarak jauh. Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi massal yang lebih aman.
Upaya ini diperkuat melalui stimulus penurunan tarif di berbagai moda transportasi. Diskon tiket pesawat diberikan hingga 18 persen, sementara tarif kereta api dipangkas hingga 30 persen guna meringankan biaya perjalanan masyarakat.
Selain keterjangkauan, AHY juga menekankan pentingnya aspek inklusivitas dalam konektivitas antardaerah.
“Kami berharap konektivitas antarwilayah bukan hanya soal kesiapan infrastruktur, sarana, dan prasarana, tetapi juga keterjangkauan, semangat inklusif, dan melibatkan semua,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa program mudik gratis BUMN tahun ini melibatkan 96 perusahaan dan anak perusahaan dengan cakupan lebih dari 200 kota dan kabupaten.
Realisasi peserta bahkan mencapai 116.688 pemudik atau 112,2 persen dari target, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut.
Menurut Awaluddin, program ini dirancang sebagai bagian dari strategi menekan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, yang selama ini mendominasi arus mudik.
“Program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor pada perjalanan jarak jauh, sehingga dapat mendukung peningkatan keselamatan lalu lintas selama periode Lebaran,” ujarnya.
Secara operasional, pemberangkatan dilakukan melalui tiga moda transportasi utama, yakni kapal laut, kereta api, dan bus. Sebanyak 4.532 pemudik diberangkatkan menggunakan 46 kapal laut pada 14–15 Maret 2026, disusul 28.720 pemudik dengan 99 rangkaian kereta api pada 16–17 Maret, serta 83.436 pemudik menggunakan 1.541 bus pada 15–18 Maret 2026.
Program serupa juga dijalankan oleh PT Taspen (Persero) yang memberangkatkan 1.400 pemudik menggunakan 35 bus ke berbagai kota di Jawa dan Sumatra. Selain fasilitas transportasi gratis, peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan dengan nilai pertanggungan hingga Rp20 juta.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap peralihan ke angkutan umum dapat meningkatkan keselamatan perjalanan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026.
(Nur Aida Nasution)
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















