Jakarta, Aktual.com — Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumatera Barat menggelar kegiatan Serentak Menyusui Bersama Ibu-Ibu dan Aktivis Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Nasional di halaman Masjid Raya Sumbar.

“Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-9 AIMI untuk mengampanyekan kepada masyarakat bahwa menyusui hal yang baik,” kata Ketua AIMI Sumbar, Ria Oktorina, kepada pewarta, di Padang, Minggu (24/04).

Ia menyampaikan kegiatan menyusui bersama ini digelar serentak di 15 provinsi dan 26 kota di Tanah Air agar masyarakat semakin paham menyusui adalah hal normal dan dapat dilakukan dimana saja.

Selama ini ada yang merasa risih kalau melihat ibu menyusui bayinya di tempat umum, padahal itu adalah hal biasa dan sama artinya seorang ibu memberi makan pada anaknya, ujar dia.

Ia melihat walaupun menyusui merupakan sesuatu yang alami namun tidak mudah dilaksanakan karena masih ada yang memandang aneh terutama di tempat umum, karena itu mari beri dukungan kepada ibu agar memberikan ASI .

Ibu perlu dukungan dari lingkungan agar tidak malu, menyusui bisa dilakukan dimana saja asal nyaman dan memperhatikan etika setempat, katanya.

Ia menyayangkan apa yang terjadi saat ini ibu lebih senang membawa botol berisi susu formula saat di tempat umum, padahal ASI jauh lebih baik dan tentunya tidak serepot menyiapkan susu formula.

Kegiatan menyusui bersama tersebut diikuti 17 pasang ibu dan acara tersebut juga menjadi sarana silaturahim Komunitas Ayah ASI Sumbar.

Ria menambahkan menyusui sejalan dengan adat Minang yang dalam kebiasaan masyarakat, ibu menyusui dilarang bekerja berat dan ada anjuran agar seorang bayi jangan terlalu cepat dihentikan pemberian ASI agar tidak segera punya adik.

Ia menyebutkan berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan angka pemberian ASI ekslusif di Sumbar pada 2013 baru 68,9 persen sehingga perlu dukungan semua pihak agar lebih meningkat.

Sementara pendiri Komunitas Ayah ASI Sumbar, dr Bobi Indra Utama Sp OG menyampaikan ayah berperan penting dalam keberhasilan menyusui seorang anak.

“Jadi menyusui itu bukan hanya tanggung jawab ibu saja, suami harus membantu istrinya agar sukses menyusui apalagi setelah melahirkan seorang ibu kondisinya lelah, mari ringankan bebannya agar ASI tidak kurang,” katanya.

Ia melihat para kesadaran suami terhadap ASI ekslusif sudah mulai baik dan menyadari ASI penting bagi bayi.

()