Jakarta, Aktual.co —Pasokan air di sejumlah kawasan kumuh di Kota Bekasi tercemar limbah domestik. Sehingga tidak layak dikonsumsi.
Limbah domestik yang mencemari sumber air bersih warga, berasal dari pembuangan sampah rumah tangga.
“Tidak jarang limbah tersebut beracun dan berbahaya kalau dikonsumsi,” kata Kabid Permukiman pada Dinas Bangunan dan Permukiman Kota Bekasi Effendi Arif, Senin (13/4).
Menurut dia, pencemaran terjadi akibat pola hidup masyarakat sekitar yang tidak baik dan jarang membersihkan lingkungannya.
Ditambah lagi pengaturan drainase dan pengelolaan sampah sementara yang tidak dilaksanakan dengan baik.
Effendi menuturkan, ada 34 kawasan kumuh di Kota Bekasi. Sebagian besar terletak di pemukiman padat penduduk.
Seperti sejumlah wilayah di Kecamatan Bekasi Utara dan Kecamatan Medansatria yang berpenduduk relatif tinggi dan merupakan kawasan kumuh dengan pasokan air yang tidak sehat.
“Kami pernah cek ke lokasi permukiman di Medansatria, ternyata memang sudah tidak ideal kawasan itu. Baunya sangat menyengat apabila kita kunjungi daerah-daerah tersebut,” ucap dia.
Di sana juga ditemui banyak warga yang terserang penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan (ISPA).
Artikel ini ditulis oleh:















