Jakarta, Aktual.com — Pemerintah menilai konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Hingga saat ini, harga minyak dunia masih bergerak stabil di kisaran 63 dolar AS per barel.
Penilaian tersebut disampaikan menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer di Ibu Kota Caracas. Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan konflik karena berpotensi memengaruhi dinamika pasar energi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fokus utama pemerintah adalah mengamati pergerakan harga minyak dunia. Menurutnya, hingga satu hingga dua hari terakhir belum terlihat perubahan signifikan yang dapat memicu gejolak ekonomi.
“Yang utama tentu berpengaruh ke harga minyak. Namun, satu dua hari ini tidak ada perubahan,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Airlangga menambahkan, pemerintah belum melihat urgensi untuk mengambil kebijakan khusus. Meski demikian, langkah antisipatif tetap disiapkan apabila eskalasi konflik mulai berdampak terhadap perekonomian nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa hubungan Amerika Serikat dan Venezuela telah lama diwarnai ketegangan politik. Nasionalisasi aset asing pada era Presiden Hugo Chavez disebut menjadi salah satu latar belakang konflik yang terus berlanjut hingga kini.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti konflik tersebut dari sudut pandang hukum internasional. Ia mempertanyakan legitimasi tindakan militer terhadap negara berdaulat di tengah tatanan global yang seharusnya menjunjung supremasi hukum.
“Hukum dunia agak aneh sekarang,” kata Purbaya.
Dari sisi ekonomi, Purbaya menilai dampak konflik AS–Venezuela terhadap Indonesia relatif terbatas. Faktor jarak geografis serta minimnya kontribusi Venezuela terhadap produksi minyak global dinilai menjadi penahan dampak langsung ke dalam negeri.
Ia juga menyebut respons pasar keuangan domestik masih menunjukkan ketahanan. Pergerakan pasar saham yang tetap positif mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Terkait pasokan energi, Purbaya memastikan konflik tersebut tidak mengganggu suplai minyak dunia. “Amerika Serikat sudah mengizinkan pengeboran di Alaska, sehingga tidak berpengaruh terhadap suplai,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan akan terus mencermati perkembangan geopolitik global sembari menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















