Medan, Aktual.co — Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar mengatakan bahwa merebaknya persoalan beras plastik di berbagai daerah di Indonesia sudah sangat meresahkan.
“Inikan sudah meresahkan,” tukas Arifin kepada Aktual.co di Medan, Minggu (24/5).
Arifin mewanti-wanti, keresahan itu dikhawatirkan akan menjadi keresahan sosial.
“Jadi jangan sampai meningkat menjadi keresahan sosial, gara-gara isu plastik,” tukas Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMSU itu.
Menurut Arifin, masyarakat saat ini sudah banyak dibebankan dengan persoalan-persoalan menyangkut kehidupannya. Apalagi jika ditambah dengan persoalan yang menyentuh kebutuhan pokoknya. Ibaratnya, lanjut Arifin, sudah jatuh, ketimpa tangga pula.
“Kasihan masyarakat, yang sudah terbebani dengan beragam persoalan, masak untuk makanan pokoknya pun masih menjadi persoalan bagi dia. Sudah sulit memenuhi kebutuhan, setelah dipenuhi ada masalah lagi. Ibarat Udah jatuh ketimpa tangga lagi,” tukasnya.
Arifin menegaskan, pemerintah harus sesegera mungkin menyelesaikan persoalan beras plastik yang memang ditemukan keberadaannya di beberapa daerah di Indonesia.
“Ini jadi tanggung jawab pemerintah ini. Di beberapa tempat kan memang iya, memang bukan beras padi, yang kita tahu itu kan dari padi. Dari beberapa media, ada faktanya. Pemerintah harus secepatnya menyelesaikan ini, agar tidak meningkat. Jangan lagi masalah itu bertambah,” tandasnya.
Arifin tak menampik, bisa saja persoalan beras plastik memang adalah permainan kepentingan politik atau mafia.
“Bisa jadi, apalagi di Indonesia ini cepat kali muncul isu-isu yang dibangun, isu ekonomi, politik dan sosial. Tapi terlepas, pemerintah harus menyelesaikan itu, apakah mafia, oknum,” tukasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















