Ilustrasi

Jakarta, Aktual.com – Perubahan pola seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) diharapkan agar lebih transparan dan akuntabel. Hal itu dikatakan Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman.

“Tujuannya lebih transparan dan akuntabel. Sehingga masyarakat memiliki kepercayaan,” kata Fatah, dikutip dari RRI, Kamis (8/9).

Namun, kata dia, untuk masuk PTN harus tetap berbasis kompetisi. Dan juga menerapkan kuota terbatas.

“Sehingga kelihatan siapa yang bekerja keras menyiapkan diri dengan matang. Baru itu akan siap berkompetisi,” ucapnya.

Menurutnya, dalam ketentuan dari Kemendikbud tetap ada pola seleksi nasional berdasarkan prestasi. “Ini memberikan perluasan akses bagi semua secara merata dan adil,” ucapnya.

Ia memastikan semua siswa punya kesempatan yang sama untuk masuk PTN. “Kalau dulu seleksi prestasi kan dibatasi berdasarkan kriteria pilihan dari sekolahnya,” ujarnya.

“Kalau ini tidak, nanti berdasarkan prestasi,” ujarnya lagi. Menurutnya, perubahan transformasi model seleksi dari tahun sebelumnya berdasarkan masukan masyarakat.

“Dan diakomodir oleh kebijakan pemerintah melalui Permendikbud Nomor 48 Tahun 2022 yang baru saja dilaunching,” ucapnya.

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengubah pola seleksi mahasiswa baru di PTN. Seleksi masuk perguruan tinggi negara terdiri dari jalur prestasi, tes skolastik dan seleksi mandiri oleh kampus masing-masing.

(Andy Abdul Hamid)