Jember, Aktual.com – Sejumlah tokoh nasional, Sabtu (28/5) berkumpul di Jember dan bertemu langsung dengan Bupati Jember, Hendy Siswanto. Mereka adalah tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), diantaranya Akbar Tandjung selaku Penasehat KAHMI Nasional sekaligus Dewan Kehormatan Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Ketua Komisi II DPR RI, Sarmuji Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Charles Meikyansah Anggota Banggar DPR RI, Muhammad Arbayanto Komisioner KPU Jatim, Purnomo Satriyo Pringgodigdo Ketua Bawaslu Jatim, Haruna Soemitro Exco PSII dan Koordinator Presidium KAHMI Wilayah Jawa Timur, juga Bawon Adhi Yitoni Presidium KAHMI Wilayah Jawa Timur.

Pada ajang silaturahmi pertama kali ini, Akbar Tandjung mengungkapkan rasa bangganya terhadap kondisi Jember yang kian hari kian bangkit, terutama dalam sektor ekonomi, dan pertanian yang semakin terlihat perkembangannya dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dan saya tentunya mengharapkan rekan-rekan HMI membantu beliau pak Bupati supaya Jember terus bangkit ke depannya,” kata Akbar Tandjung.

Dia menegaskan, orang-orang KAHMI dengan latar belakang pendidikan tinggi tentunya sudah paham apa dan bagaimana agar Jember ini lebih maju lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Akbar Tandjung memberikan buku berjudul Keraton Solo yang ditulis oleh istri Akbar Tandjung yaitu Krisnina Maharani Tandjung.
Sementara itu Bupati Hendy Jember Siswanto dalam kesempatan silaturahmi tersebut menyampaikan, Jember mempunyai potensi yang bagus di bidang pertanian. Berkat ini, perekonomian di Jember bisa bertahan saat pandemi Covid-19 melanda 2 tahun yang lalu.

Dia menyampaikan bahwa Pemkab Jember sedang memfokuskan diri dalam industri pertanian.

“Kabupaten Jember mempunyai segalanya, perkebunan, sawah, sungai, laut, pegunungan, pokoknya lengkap, satu yang tidak kami punyai yaitu tanah kering, jadi semua tanah kami subur,” ujar Bupati Hendy Siswanto.
Beberapa keunggulan Jember di bidang pertanian, diakuinya belum diikuti dengan pengembangan produk turunan sehingga petani masih menjual hasil mentahannya.

“Namun semua itu, belum ada pengembangan produk turunan untuk program keberlanjutannya (sustainable program) menjadi produk turunan guna memberikan nilai tambah. Petani masih menjual tanah, bukan beras. Petani madih menjual buahnya langsung, belum diolah menjadi produk turunannya,” terang Hendy Siswanto.
Oleh sebab itu, Bupati Hendy berharap peran serta kader maupun alumni HMI membantu Pemkab Jember mewujudkan industrial farming.

(Aminudin Azis)

(Aminuddin Aziz)