Jakarta, Aktual.com – Meskipun diawali dengan berbagai kendala, namun kerjasama PT Pertamina (Persero) dengan National Iran Oil Company (NIOC) dalam hal pengelolaan blok migas di negeri Persia, berlanjut kepada tahap yang lebih serius.

Direktur Hulu Pertamian, Syamsu Alam menyampaikan dalam waktu dekat tahap kerjasama tersebut akan menapaki jenjang penandatanganan MoU study blok dengan NIOC.

“Tadi baru dapat kabar, tanggal 27 ini, kita signing MoU study, setelah itu baru kita lakukan evaluasi,” kata Syamsu di Jakarta, Selasa (19/7).

PeRjalanan kerjasama ini terkategori cukup alot lantaran mendapat sejumlah ganjalan, adapun yang menjadi penghambat untuk masuk ke sektor upstream Iran disebabkan banyak terjadinya perubahan regulasi di negara itu pasca pencabutan embargo. (Baca: Kerjasama Hulu Pertamina-Iran Terganjal Regulasi)

Namun kemudian hubungan Pertamina dengan NIOC semakin merapat dan Pertamina secara terbuka menawarkan berbagai proyek investasi bagi NIOC di Indonesia dengan mengharapkan imbalan dalam bemtuk kemudahan regulasi masuk di sektor hulu migas Iran. (Baca: Pertamina-NIOC Lakukan Negoisasi Empat Blok Migas Berkapasitas 8 Miliar Barel)

Sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa Iran telah menawarkan beberapa blok kepada Pertamina, namun dari tawaran itu, Pertamina tertarik pada 4 blok

Adapun potensi masing-masing dari 4 blok tersebut diperkirakan memiliki cadangan 2 miliar barel. Namun Syamsu Alam mengklarifikasi kembali bahwa final penandatanganan nati hanya berjumlah 2 blok migas. (Dadangsah)

(Eka)