Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kembali bakal alami pelemahan. Pasalnya di sesi pembukaan pagi sudah melemah cukup dalam.

Mengutip Bloomberg hari ini, rupiah dibuka di level Rp13.485. Atau melemah 8 poin dari penutupan kemarin Rp13.477.

Menurut analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, saat ini pergerakan USD kembali mengalami kenaikan dan membuat rupiah terus anjlok. Kendati pada hari kemarin, rupiah ditutup cukup menguat.

“Kenaikan USD seiring dengan kembali optimisnya pelaku pasar terhadap perbaikan yang ada di ekonomi AS,” ujar Reza di Jakarta, Jumat (6/10).

Sebelumnya tren USD melemah, tapi saat ini kembali menguat. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih bersikap menahan diri terhadap ekspektasi langkah moneter yang akan diambil The Fed jika nantinya dipimpin Jerome Powell yang dianggap dolvish dibandingkan Yellen.

“Meski begitu saya melihat, masih ada ruang kenaikan bagi Rupiah yang diharapkan dapat kembali terjaga meski pergerakan USD mulai mengalami peningkatan,” papar dia.

Untuk itu, sentimen dari dalam negeri mestinya bisa positif agar bisa menjaga potensi kenaikan tersebut. “Tapi penguatan yang kemarin, hari ini kembali diuji ketahanannya. Sayangnya masih melemah,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, tetap waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif.

“Dengam kondisi demikian, diperkirakan level support rupiah akan bergerak di 13.495 dan level resisten rupiah di angka 13.446,” kata dia.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka