Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhad dolar AS (USD) masih betah di zona merah. Pada perdagangan hari ini dibuka melemah cukup dalam.

Dikutip dari Bloomberg, mata uang Indonesia ini dibuka di posisi Rp13.333 atau melemah 5 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.328. Bahkan pelemahan terus terjadi, 15 menit kemudian atau pukul 08.15 WIB semakin merosot di posisi Rp13.336. Dan hingga pukul 08.40 WIB di melemah lagi di posisi Rp13340.

Menurut analis pasar uang Reza Priyambada, momentum rupiah untuk alami kenaikan tampaknya susah. Pada hari ini akan terus mengalami depresiasi.

“Kondisi itu terjadi karena pergerakan USD kembali menguat setelah terimbas pelemahan EUR dan dapat mengimbangi laju JPY,” tandas Reza di Jakarta, Jumat (7/4).

Menurutnya, pelaku pasar kembali bereaksi negatif setelah melihat pergerakan dari EUR yang melemah pasca pernyataan Europe Central Bank (ECB) yang tidak akan mengubah kebijakannya dalam hal quantitative easing dan tingkat suku bunga rendah.

“Jika tak ada sentimen itu, laju rupiah berpotensi menguat dengan melemahnya laju USD karena ada faktork pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Trump,” jelas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka