Jakarta, Aktual.co — Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan akhir pekan ini terpantau melemah meski sempat menguat pada pembukaan perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, Jumat (8/5), mata uang Garuda sempat dibuka menguat di level Rp13.120 per dolar AS, menguat 0,21% dari penutupan sebelumnya di Rp13.148 per dolar AS.
Namun pada pukul 08.28 WIB, Rupiah berbalik melemah 0,3% ke Rp13.188 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp13.120-Rp13.190 per dolar AS.
NH Korindo Securities Indonesia dalam risetnya mengemukakan, Rupiah kemarin masih mengalami pelemahan lanjutan. Gagalnya kenaikan Rupiah dapat memberikan sentimen negatif yang mengakibatkan pelemahan lanjutan.
“Masih adanya imbas dari rilis data pertumbuhan GDP Indonesia yang melambat dan seiring berbalik naiknya dolar AS pasca merespon pidato The Fed,” ujar Kepala Riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Pada Jumat (8/5) Reza memprediksikan laju Rupiah berada tepat di level support 13.065, yakni Rp13.080-13.055 (kura tengah BI). Menurutnya, kondisi global membuat dolar AS melonjak memberikan sentimen negatif bagi Rupiah.
“Sehingga Rupiah mengalami pelemahan lanjutan. Tetap cermati sentimen yang ada dan potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















