Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio (kedua kiri) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini, serta Direktur Pengembangan BEI, Hosea Nicky Hogan saat memberikan penjelasan pada jumpa pers di Galeri BEI, Jakarta, Kamis (27/8). Bursa Efek Indonesia (BEI) menemukan ada 14.000 transaksi kena batas bawah auto rejection. Enam Anggota Bursa (AB) dicurigai lakukan short selling. Tito mengaku tak habis pikir ada sejumlah perusahaan raksasa yang mengeruk begitu banyak sumber daya alam di Indonesia tapi mencatatkan sahamnya di luar negeri. AKTUAL/EKO S HILMAN

Jakarta, Aktual.com — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melanjutkan penguatan sebesar 23,65 poin atau 0,52 persen ke posisi 4.593,01. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 4,13 poin (0,53 persen) menjadi 792,03.

“Harapan positif pelaku pasar terhadap penyerapan anggaran pemerintah pada 2016 mendatang menjai salah satu faktor indeks BEI mengalami penguatan,” kata Analis Reliance Securities Lanjar Nafi di Jakarta di Jakarta, Rabu (30/12).

Ia menambahkan bahwa data ekonomi yang sedianya akan dirilis pada awal Januari 2016 nanti diantaranya tingkat inflasi Desember 2015 dan tingkat kepercayaan konsumen semua diperkirakan stabil menambah sentimen positif.

Secara teknikal, lanjut dia, IHSG berhasil bertahan dan keluar dari tren penurunan jangka panjang. Situasi itu akan membuat pelaku pasar optimis menyambut tahun 2016 nanti meski beberapa indikator mencatat beberapa harga saham berada pada area jenuh beli.

“Diproyeksikan, IHSG akan bergerak di kisaran4.555-4.625 poin pada perdagangan awal 2016 di 4 Januari mendatang,” katanya.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa dengan berakhirnya aktivitas perdagangan saham di 2015, pelaku pasar direkomendasikan untuk melakukan akumulasi saham berkapitalisasi besar untuk skenario kenaikan lanjutan pada Januari 2016 mendatang.

“Kami rekomen akumulasi beli saham berkapitalisasi besar dan lapis dua sektor properti serta konstruksi BUMN menyusul pelaku pasar optimistis akan perkembangan kinerja emitten kedepan,” katanya.

Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 186.177 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,76 miliar lembar saham senilai Rp2,70 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 179 saham, turun 130 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 121 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 117,47 poin (0,53 persen) menjadi 21.882,15, indeks Nikkei menguat 51,48 poin (0,27 persen) ke level 19.033,71, dan Straits Times melemah 2,71 poin (0,09 persen) ke posisi 2.885,51.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka