Jakarta, Aktual.co —Pengamat DKI, Amir Hamzah, akhirnya mau buka-bukaan soal tudingan isu suap yang dilayangkannya kepada pimpinan Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI.
Dimana Amir menuding pimpinan Balegda terima uang suap Rp 5 miliar dari salah satu pengembang mega proyek reklamasi untuk loloskan Raperda Zonasi, yang dianggap sebagai pintu masuk memuluskan proyek bisnis properti tersebut.
Dituturkan Amir, informasi soal suap mencuat saat anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra berinisial PS mengaku tak sengaja bertemu orang dari pengembang reklamasi berinisial T di sebuah resepsi pernikahan.
“PS ketika itu ditepuk pundaknya oleh T, sambil mengucap ‘Ayo dong bantu kita sukseskan reklamasi, kan sudah ‘dikasih’ ke pimpinan dewan,” ujar Amir menirukan penuturan PS, kepada wartawan, Minggu (31/5)
Dengan begitu, ujar Amir, sebenarnya isu suap itu sebenarnya muncul dari kalangan dewan sendiri. Sehingga, menurutnya, dewan di kebon Sirih tak perlu juga harus merasa kebakaran jenggot.
Ketimbang membiarkan isu itu melebar ke publik, Amir mendesak aparat hukum untuk segera turun tangan lakukan pengusutan. “Aparat hukum harus cepat bertindak,” ujar dia.
Sebelumnya, pihak yang disebut-sebut terima suap, yakni Ketua Balegda M Taufik, sudah membantah.
Taufik malah balik bertanya saat dikonfirmasi soal tudingan Amir mengenai adanya ‘kado’ dari pengembang. “Kadonya apa? Yang mau disuap apanya?” ujar Taufik, di Kebon Sirih, Jakarta, Senin (25/5).
Politisi Gerindra ini meminta LSM dan pihak yang menudingnya terima suap harus memiliki bukti. “Kalau mau mengungkap sesuatu, harusnya temen-temen LSM berdasarkan bukti,” ujar dia.
Ditemui terpisah, Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi, malah mengaku tidak tahu menahu soal adanya dugaan suap tersebut. Dia menduga itu cuma isu-isu miring. Kalaupun terbukti benar pasti nantinya akan terlihat.
Artikel ini ditulis oleh:

















