Jakarta, Aktual.co — Aktivis HMI Zulkarnaen Bagariang membantah kabar adanya kader HMI yang meninggal dunia saat berunjuk rasa.
“Tidak ada yang meninggal. Hanya luka berat, dan saat ini dalam perawatan dirumah sakit,” kata Zulkarnaen yang menjabat Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jabodetabek, Kamis (20/11).
Menurut Zulkarnaen, kabar yang menyebutkan adanya kader HMI cabang meninggal dunia karena terkena panah pada saat unjuk rasa merupakan hoax (palsu).
Sebelumnya, beredar kabar yang menyebutkan bahwa kader HMI cabang Gowa, atas nama Harum, meninggal dunia, akibat terkena busur panah di bagian kepala.
Adapun isi pesan berantai tersebut:
SBC. BACA DENGAN SEKSAMA SAMPAI SELESAI. Assalamualaikum wr.wb kepada seluruh kader HMI di seluruh Indonesia.Innalillahi wainna ilaihi roji’uun.
1 kader HMI a.n. Harum dr cbg Gowa Raya meninggal dunia akibat terkena panah di kepala. Beberapa kader HMI lainnya mengalami luka berat dan harus dirawat intensif di RS. Puluhan orang lagi mengalami tindakan kekerasan dr aparat. Dan ratusan kader HMI ditangkap aparat dan dituduh provokator.
Menyikapi hal tersebut, PB HMI menginstruksikan secara khusus kepada seluruh HMI Cabang se-Indonesia beserta seluruh kader militannya ba’da shalat Jumat untuk: 1. melanjutkan perjuangan adinda Harum dengan aksi turunkan harga BBM besar-besaran di seluruh Indonesia.
2. aksi menuntut keadilan bagi seluruh korban aksi penolakan kenaikan harga BBM.
3. Aksi damai untuk mengheningkan cipta dan doa bersama utk seluruh korban aksi penolakan kenaikan harga BBM.
4. mosi tidak percaya utk pemerintahan Jokowi-JK demikian edaran instruksi tsb, harap dilaksanakan.
Semoga perjuangan kita semua mendapat Ridho Allah SWT. Inna sholaati-wanusuki-wamahyayaa-wamamaati lillahi rabbil alamiin.
Hijau Hitamkan Nusantara utk mengembalikan kesaktian Merah Putih!! Mohon disebarkan ke seluruh kader HMI yg Anda kenal.
Billahitaufiq wal hidayah, wassalamualaikum wr.wb.
Artikel ini ditulis oleh:












