Jakarta, Aktual.co — Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengambil tindakan hukum, bila tuduhan Menteri ESDM Sudirman Said yang menuding SBY tidak setuju pembubaran Petral dan penataan sektor migas, adalah fitnah.
“Polemik pembubaran Petral masalah serius, karena migas itu menyangkut hajat hidup rakyat banyak,” ujar Juru Bicara Jaringan ’98 Lampung Ricky Tamba, Jumat (22/5).
Selain menyangkut perputaran fantastis dana triliunan rupiah yang rawan korupsi, jelas Ricky, dunia migas juga berdampak langsung ke perekonomian rakyat. Kenaikan harga khususnya bahan bakar minyak (BBM) yang melibatkan Petral selama ini, telah mengakibatkan harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan memicu keresahan sosial.
“NKRI negara hukum. Kalau SBY merasa difitnah, perkarakan saja Sudirman Said. Kan bisa bikin laporan pidana ke Mabes Polri dan Kejaksaan Agung. Bila tidak, persepsi publik bisa berbalik memojokkan SBY. Jangan cuma cuap-cuap di akun twitter dengan jutaan followers. Biar clear,” saran dia.
Di sisi lain, lanjutnya, Sudirman Said harus buktikan serius membenahi masalah migas Indonesia, jangan hanya kambinghitamkan rezim SBY, dan peralihan Petral ke ISC Pertamina tidak menjadi bahan bancakan baru seperti pesimisme sebagian kalangan.
Artikel ini ditulis oleh:

















