Jakarta, Aktual.co — Saat ini sedang beredar isu beras plastik yang dijual bebas dan konsumsi oleh para warga, kejadian ini memang ada tetapi terkesan sangat dibesar-besarkan. Karena ada hal yang lebih penting untuk dibongkar.
Direktur Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro, mengatakan bahwa yang paling penting harus dibongkar yakni indikasi penimbunan beras yang dilakukan perusahaan milik menteri kabinet kerja dan eks menteri pertanian. “Kita jangan terkecoh dengan berita beras plastik karena mungkin ini hanya pengalihan isu belaka,” tandasnya
Gandhi, panggilan akrabnya, dengan adanya berita beras plastik ini nantinya akan terjadi kelangkaan beras, dan kenapa beras menjadi langka karena sudah terjadi penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum mafia beras ini.
“Bila terjadi kelangkaan beras maka harganya akan naik dan rakyat menjadi korbannya lagi, Hal ini harus diperhatikan oleh Presiden Jokowi untuk segera melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan masalah ini. Karena hal ini sudah melanggar UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan,” ungkap Gandhi.
Isu ini harus segera diantisipasi karena ini tindakan yang berbahaya untuk kepentingan rakyat apalagi kalau soal pangan seperti ini. “Saya berharap Presiden Jokowi untuk secepatnya mengusut hal ini agar kedepan tetap konsisten tidak mengimpor beras, apabila ini tidak diatasi dengan baik makanya akan terciptanya kelangkaan sehingga memaksi pemerintah untuk membuka keran impor beras,” tutupnya.
Seperti diketahui, dua perusahaan milik seorang menteri di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla dan mantan menteri diduga melakukan praktik mafia dengan memborong dan menimbun beras. Perusahaan ini membeli beras di atas harga pembelian pemerintah (HPP) sehingga ”mematikan” peran Bulog.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















