Jakarta, Aktual.co — Para pegiat Korea Selatan Jumat berikrar akan tetap menyebarkan pamflet-pamflet di perbatasan dengan Korea Utara, meskipun ada ancaman pembalasan dari Pyongyang.
Para pegiat berencana melepaskan balon-balon yang membawa 40.000 selebaran mengecam pemerintah Korut melintas perbatasan yang dijaga ketat oleh militer. 
Pyongyang, yang menyebut para pegiat itu sebagai “sampah masyarakat” telah lama mengecam peluncuran itu dan dalam pekan-pekan belakangan ini meningkatkan tuntutan kepada pemerintah Seoul untuk melarang kegiatan itu.
Dua pekan lalu,penjaga perbatasan Korut berusaha menembak jatuh beberapa balon, yang memicu baku tembak senapan mesin singkat antara kedua pihak.
“Jika operasi penyebaran pamplet dilakukan kembali kendatipun berulang-ulang diperingatkan, hubungan antar-Korea akan dapat menimbulkan malapetaka yang tidak dapat dikendalikan,” kata Korut dalam satu pernyataan, Kamis.
Korut juga memperingatkan bahwa kegagalan menghentikan penyebaran pamplet itu mendatang dapat membuang peluang bagi dimulainya kembali perundingan tingkat pejabat tinggi antara kedua Korea.
Korsel mengatakan tidak ada landasan hukum bagi satu larangan kosong, tetapi mendesak para pegiat untuk menggunakan akal sehat dan menahan diri.
Kelompok-klompok yang berada dibelakang peluncuran pamplet Sabtu nanti tetap bersikeras dan mereka akan tetap melaksanakan kegiatan itu di kota perbatasan Paju, sekitar 40km barat laut Seoul.
“Kami tidak melihat ada alasan untuk menghentikannya. Kami tidak akan peduli ancaman-ancaman dari Korut” kata penyelenggara utama Choi Woo-Won, seorang profesor filsafat di Universitas Busan.
Tetapi penentangan pada pelucuran itu tidak hanya datang dari Pyongyang.
Puluhan orang melakukan aksi duduk di lokasi yang menurut rencana akan menjadi tempat peluncuran itu sejak Kamis, memprotes bahwa akan ada ancaman pembalasan militer yang dapat dipercaya dan para pegiat mempertaruhkan nyawa mereka dan berbahaya.

()