Asap berwarna putih membumbung dari puncak Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Selasa (26/12/2023). (ANTARA/HO-PVMBG)

Jakarta, Aktual.com – Gunung Merapi, yang terletak di Jawa Tengah dan Yogyakarta, melaporkan peningkatan aktivitas dengan peluncuran awan panas guguran sebanyak 19 kali selama pekan terakhir. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran.

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.” ujarnya.

Satu letusan terjadi pekan lalu, menyebabkan hujan abu vulkanik di beberapa wilayah sekitar. Guguran lava tercatat sebanyak 47 kali ke arah hulu Kali Bebeng, dan perubahan morfologi kubah barat daya Gunung Merapi terjadi akibat aktivitas awan panas guguran dan guguran lava.

“Tampak cekungan atau pengurangan material di hulu Sungai Bebeng/Krasak akibat kejadian awan panas,” ucapnya.

Meskipun suhu titik panas terukur menunjukkan penurunan, Agus mencatat perubahan morfologi kubah tetap signifikan. Potensi bahaya melibatkan guguran lava dan awan panas di sektor tertentu, dan masyarakat diimbau untuk menghindari kegiatan di daerah potensi bahaya.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.” pungkas Agus.

Pihak berwenang terus memantau situasi Gunung Merapi dan memberikan peringatan kepada masyarakat sekitarnya untuk menjaga keamanan dan keselamatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jalil