Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik tampak dari kawasan Sunggal (70 km dari Sinabung), Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa, (19/7). Aktifitas Gunung Sinabung berstatus Awas (level IV) masih meningkat ditandai dengan erupsi dan luncuran lava pijar. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung terpantau sangat tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangannya menyebut, kondisi itu disebabkan tingginya tekanan dan suplai energi dari dapur magma gunung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara tersebut.

Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers menyebut kubah lava atau sumbat lava bervolume 2,6 juta meter kubik dari kawah gunung sudah runtuh. “Erupsi disertai awan panas guguran secara terus menerus berlangsung di Gunung Sinabung. Gempa guguran juga masih tinggi,” kata dia, Kamis (25/8).

Hari Kamis, hingga pukul 12.00 WIB tercatat terjadi 84 kali gempa guguran dengan amplitudo 5-110 milimeter. Kondisi tersebut menyebabkan erupsi masih akan terus berlangsung. Sutopo mengatakan status Gunung Sinabung adalah Awas (level 4). Dengan potensi erupsi luncuran awan panas guguran masih sangat tinggi.

Masyarakat dan wisatawan pun diimbau betul-betul mengikuti rekomendasi PVMBG. Yakni dilarang melakukan aktivitas di zona merah di dalam radius tiga kilometer dari puncak. “Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta tetap waspada terhadap bahaya lahar,” ujar Sutopo. 

()