Jakarta, Aktual.com – Pemeran utama dari serial original “Teluh Darah”, Mikha Tambayong membawa pulang penghargaan Asia Wide Award dari majalah Marie Claire Korea Selatan.

Dikutip dari siaran resminya, Sabtu (8/10), penghargaan ini diberikan pada ajang BIFF Asia Star Awards 2022, bagian dari Busan International Film Festival 2022 (BIFF 2022) yang diselenggarakan bersama oleh majalah Marie Claire Korea, BIFF 2022, dan Chanel.

Asia Star Awards diselenggarakan sebagai ajang untuk memberikan ruang, apresiasi dan mendukung para insan perfilman di Asia.

Diselenggarakan di Paradise Hotel Busan, acara ini memberikan penghargaan khusus kepada para insan perfilman terkemuka seperti Choi Soo Young, Kim You Jung, Mario Maurer, Jung Hae In, Park Hae Soo, dan Mikha Tambayong.

Mikha adalah satu-satunya aktris Indonesia yang hadir di acara istimewa ini dan memboyong penghargaan Asia Wide Award, yang diberikan kepada kepada aktor dan aktris atas pencapaian mereka dalam mengembangkan karya di kancah internasional.

Setelah terpilih menjadi pengisi suara versi Bahasa Indonesia dari salah satu film favorit The Walt Disney Animation Studios, Disney’s “Raya and The Last Dragon”, Mikha kini hadir dengan serial horor perdananya, “Teluh Darah”, yang telah melaksanakan world premiere di BIFF 2022 dan menjadi satu-satunya serial dari Asia Tenggara yang terpilih ditayangkan di program On-Screen.

Serial “Teluh Darah” dapat segera dinikmati oleh penonton internasional pada tahun 2023 mendatang, eksklusif di Disney+ Hotstar. Selain Mikha Tambayong, aktor populer Korea Selatan, Park Hae Soo, juga mendapatkan penghargaan dengan kategori yang sama.

“Teluh Darah” diproduksi oleh Rapi Films untuk Disney+ Hotstar, ini merupakan serial karya sutradara yang dikenal dengan deretan film dan serial bergenre thriller dan horornya yang ikonik, Kimo Stamboel.

Serial bergenre thriller ini menceritakan kisah Wulan dan Esa, dua orang modern dari keluarga berbeda yang hidupnya berubah setelah menyaksikan bagaimana keluarga mereka menjadi target serangan ilmu hitam.

Didasari keinginan kuat untuk melindungi keluarga tercinta, keduanya bertekad untuk mencari pelaku di balik serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban atas kejadian-kejadian mistis yang menimpa keluarga mereka.

(Warto'i)