Jakarta, Aktual.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di bawah direktur utama baru, Kartika Wirjoatmodjo, berencana ingin melakukan akuisisi satu perusahaan keuangan di negara tetangga.

Namun langkah ini akan ditempuh pihak perseroan dengan catatan jika harga dan risikonya itu tepat. Artinya, valuasi harga dan risikonya tidak ketinggian.

“Jadi target jangka menengah kami itu, tentunya kami ingin mengakuisisi satu perusahaan di negara tetangga, selain itu secepat mungkin membuka kantor cabang di luar negeri,” ujar Tiko, panggilan akrabnya, di Jakarta, Senin (21/3) malam.

Menurutnya, rencana tersebut akan diincarnya dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun ke depan. Apalagi kondisi pasar modal dalam negeri juga harus dalam kondisi yang membaik. Karena dengan kondisi itu, maka valuasi Mandiri juga harus di angka yang baik.

“Karena dengan kondisi itu, maka sangat memungkinkan kami untuk melakukan akuisisi (perusahaan keuangan di negara tetangga) itu. Tapi dengan catatan valuasi harga yang pas dan risiko yang juga tepat,” ” kata dia tanpa mau menyebutkan jenis lembaga keuangannya.

Namun ia kembali memastikan, selain valuasi harga perusahaan yang dituju yang perlu dihitungnya, valuasi Mandiri juga pasti akan diperhitungkannya.

“Kami akan lihat valuasi nilai jual perusahaan di Indonesia antara satu sampai dua kali. Sehingga nantinya kami ingin saat valuasi itu di kami tinggi, dan di sana (negera tetangga) rendah. Jadi kami akan beli valuasinya satu kali atau di bawah itu,” tandas Tiko.

Menurutnya, langkah tersebut diakuinya sudah didukung oleh Kementerian BUMN.

Sementara itu, perseroan juga menargetkan jangka pendeknya untuk meningkatan lisensi atau perijinan jaringan layanan di Singapura dan juga dapat membuka kantor cabang penuh di Singapura.

“Tapi masih alot pembahasannya, makanya kami dibantu oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Karena ini urusannya antar regulator. Kami harapkan dapat direalisasikan dengan cepat,” pungkas dia.

(Nebby)