Jakarta, Aktual.co — Kampus Al-Azhar, pusat pembelajaran Islam di Mesir mengutuk pembunuhan tiga pemuda Muslim yang dilakukan oleh seorang atheis Amerika Serikat. Al Azhar menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan teroris dan rasis. Aktivis Muslim di Amerika Serikat dan di seluruh dunia menuntut pemerintah AS menyelidiki kemungkinan motif kebencian agama. Sebelumnya, polisi mengatakan kasus tersebut berawal dari sengketa parkir. Namun polisi membuka kemungkinan terjadinya kejahatan rasial.
“Al-Azhar mengungkapkan rasa terguncang yang mendalam dan menyatakan, aksi teroris ini adalah pengecut, yang menunjukkan bahwa terorisme tidak memiliki kewarganegaraan atau agama,” kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kampus agama paling tua diseluruh dunia dan dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia. Al-Azhar mendesak pemerintah AS untuk membawa para pelaku ke pengadilan untuk mencegah kejadian berulang yang dapat menyebabkan terjadinya pelebaran kesenjangan antara timur dan barat.
Beberapa Muslim di negara-negara Arab telah menuduh media Barat dan pemerintah tak memberi perhatian lebiha pada pembunuhan ini. Situasi ini sangat berbeda dengan pemberitaan saat terjadi serangan di kantor majalah satir Perancis Charlie Hebdo, dan toko halal untuk warga Yahudi.














