Awal Juli, Uni Emirat Arab yang juga memimpin operasi koalisi itu mengumumkan jeda dalam operasi militer di dalam Kota Hodeidah, yang berpenduduk padat, untuk mendukung upaya perdamaian utusan PBB, yang bertujuan meyakinkan gerilyawan agar mundur dari kota tersebut guna menghindari konflik militer dan lebih banyak korban jiwa.

Pada 10 Juli, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffith bertemu dengan Presiden Abdu-Rabbu Mansour Hadi –yang diakui masyarakat internasional– di kantornya di Kota Pelabuhan Aden, Yaman Selatan, guna mendorong dilanjurkan upaya perdamaian, yang macet, dengan musuh pemerintahnya, gerilyawan Al-Houthi.

Kunjungan Griffith dilakukan satu pekan setelah pertemuannya dengan pemimpin Al-Houthi AbdulMalik Al-Houthi di Sana’a. Ia menggambarkannya sebagai “berhasil”.

(Wisnu)