Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi membantah berubah sikapnya Fraksi PDI-P, yang menyetujui APBD-Perubahan 2014, karena ada tekanan pimpinan partai. Dimana awalnya F-PDI P sudah setuju Peraturan Daerah (Perda) untuk RAPBD DKI 2015.
Kata dia, itu murni keputusan bersama. “Partai nggak ada lakukan tekanan, baik dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” ucap dia, di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/3).
Namun secara terbuka, Prasetio menyatakan permintaan maaf kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Lantaran di Kamis (19/3) lalu, dia mengatakan akan memperjuangkan RAPBD 2015 menjadi Perda. Kenyataannya, hari ini DPRD DKI secara resmi mengembalikan RAPBD 2015 ke Ahok.
“Minta maaf saya mengucap saat ketemu gubernur saya buka statement akan perjuangkan Perda. Setelah terima dari komisi dan fraksi, saya membaca kronologisnya, saya mohon maaf kepada Gubernur hari ini pakai Pergub APBD 2014,” kata Pras, didampingi empat orang wakilnya dan sejumlah ketua fraksi, kecuali Fraksi Nasdem di Gedung DPRD, Senin (23/3).
Mengenai keputusannya yang tiba-tiba berbalik arah, dijelaskan Pras, kala itu dia mencoba membuka komunikasi dengan Ahok untuk coba pakai Perda. Namun dari hasil rapimgab yang tidak dihadiri Pras karena sedang sakit, DPRD menganggap eksekutif tidak serius.
“Saya coba ke gubernur apa bisa bicara ke kita. Karena kolektif kolegial makanya saya lanjutkan omongan ke gubernur dari hasil rapim kita serahkan saja ke Gubernur,Itu kan UU,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh: