Jakarta, Aktual.co — Mantan Komisaris Utama Pertamina, Sugiharto mengungkapkan ISC-Pertamina yang merupakan desain menteri ESDM Sudirman Said, saat ini sudah bekerja secara maksimal. Namun untuk melakukan cek and balance yang efektif, ISC-Pertamina tidak boleh menangani fungsi pengadaan dari A sampai Z (selesai).

“ISC-Pertamina tidak boleh melakukan fungsi pengadaan dari A sampai Z dalam satu divisi, itu melangar universal check and balance,” ujar Sugiharto di Jakarta, Jumat (29/5).

Lebih lanjut dikatakan, ISC Pertamina melakukan semua pekerjaan mulai perencanaan, ordering, kemudian perintahkan kepada purchasing agent, kembali lagi ke Pertamina. Kemudian ISC melakukan linear programing terkait minyak yang ada di pasar, jenisnya, jumlah dan harga di evaluasi hasil ‘biddingnya’.

“Jadi yang melakukan A to Z kecuali purchasing itu sesungguhkan ada di Jakarta, di ISC Pertamina. Sejarah membuktikan Pertamina pernah memindahkan bisnis proses ini ke Jakarta namun memunculkan agen-agen dunia yang merupakan pemburu rente baru,” jelasnya.

Menurutnya, ISC tapi tetap harus ada pemisahan fungsi antara planing, organizing, dan eksekusi. Perusahaan kecil saja memisahkan antara planning dan eksekusi pembelian.

“Saat itu dibuatlah trading arm (Petral) yang keputusannya bukan di Petral-PES. Semua kebutuhan, volume dan harga ada di ISC Pertamina. Sampai saat ini tidak ada yang berubah. Tapi dari segi internal kontrol melemah secara luar biasa. Potensi terjadi moral hazard besar dan menimbulkan kerugian negara yang besar pula,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka