Jamaah melaksanakan buka puasa pertama Ramadhan 1443 Hijriah di Masjid Nabawi dengan aturan tanpa mengobrol. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi/Asrorun Ni'am Sholeh

Jakarta, aktual.com – Umat Islam di seluruh Dunia telah memasuki bulan Ramadhan, yang di dalamnya diwajibkan untuk berpuasa kecuali mereka yang memiliki udzur syar’i seperti sakit atau sedang berpergian dalam jarak yang jauh.

Di dalam bulan Ramadhan, ada beberapa amalan-amalan sunnah yang sangat penting untuk dilakukan oleh Umat Islam, berikut amalannya:

Pertama, Sahur

Sahur sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh Umat Islam, karena berdasarkan sabda Nabi Muhammad Saw, di dalam waktu sahur terdapat sebuah keberkahan.

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya, “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan,” (HR al-Bukhari).

Kedua, Menyegerakan untuk berbuka

Berbeda dengan sahur, berbuka puasa harus disegerakan untuk dilakukan bahkan tidak dianjurkan untuk diperlama. jika seseorang telah mendengar kumandang adzan maghrib, maka harus segera meminum air jika memang kurma tidak ada, sebagaimana hadits Nabi Muhammad Saw,

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا، فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ التَّمْرَ، فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ

Artinya, “Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan,” (HR Abu Dawud).

Ketiga, membaca do’a berbuka puasa

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلَتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اِغْفِرْ لِي اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Artinya, “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, hanya kepada-Mu aku bertawakal. Sungguh, rasa haus sudah sirna, urat-urat sudah basah, dan balasan sudah tetap, insya Allah. Wahai Dzat yang maha luas karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji hanya milik Allah Dzat yang telah memberiku petunjuk, hingga aku kuat berpuasa. Lalu Dia memberiku rezeki, hingga aku bisa berbuka.”

keempat, Memperbanyak memberikan sedakah

memberi sedekah kepada orang lain di bulan-bulan biasa sangat dianjurkan bahkan mendapatkan pahala yang besar. begitupula saat di bulan Ramadhan, pahala yang didapatkan oleh orang yang bersedakah akan dilipat gandakan bahkan jika orang tersebut memberikan makan kepada orang yang berpuasa, pahalanya akan sama seperti orang yang berpuasa, pahala orang yang berpuasa tidak ada yang tahu melainkan hanya Allah Swt. ini bukti bahwa bersedakah di bulan puasa memberikan banyak sekali pahala.

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ

Artinya, “Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut,” (HR Ahmad).

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)