Dari kanan ke kiri, Kepala Divisi Pembelaan HAM Kontras Arif Nur Fikri, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Charles Honoris, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, Direktur LBH Masyarakat Ricky Gunawan menjadi pembicara, diskusi peluncuran laporan global hukuman dan eksekusi mati 2018 di kantor Amnesty Internasional Indonesia, Jakarta, Rabu (10/4). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jayapura, aktual.com – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid Menanggapi kematian mantan tahanan hati nurani, Filep Karma, yang ditemukan tak bernyawa di Pantai Base G.

“Hari ini kami berkabung atas berpulangnya tokoh pembela HAM Papua yang selama ini dikenal gigih menyuarakan keadilan dan kedamaian di Papua. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga,” ucapnya melalui keterangan tertulis, Selasa (1/11).

Ia mendesak kepada lembaga serta jajaran penegak hukum untuk menyelidiki sebab musabab kematian Filep Karma tersebut.

“Atas ditemukannya jenazah almarhum di Pantai Base G, Jayapura, hari ini, kami mendesak jajaran lembaga penegak hukum dan hak asasi manusia, untuk menyelidiki sebab musabab kematian almarhum,” ucapnya.

Alasan Usmand Hamid mendesak pihak aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi tersebut bukan hanya dilandaskan oleh rasa kemanuasiaan melainkan juga karena banyaknya aktivis papua yang vokal menjadi sasaran kekerasan.

“Penyelidikan ini penting untuk menjawab ada tidaknya indikasi tindak pidana atau pelanggaran HAM di balik kematian almarhum, karena banyak aktivis yang vokal di Papua menjadi sasaran kekerasan. Terlebih mengingat sepak terjang almarhum sebagai tokoh panutan dalam membela hak asasi orang asli Papua,” ungkapnya.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa tokoh Papua Merdeka Filep Karma ditemukan warga meninggal dunia di pantai Bse G Jayapura pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIT.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Jayapura Kombes Victor Mackbon di Jayapura, Selasa, mengakui jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Jayapura dan anggota saat ini sedang berkoordinasi dengan keluarga agar jasadnya dapat diotopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

“Kami berharap keluarga mengizinkan untuk dilakukan otopsi sehingga diketahui penyebab kematian korban,” kata Kombes Mackbon.

Ditambahkan, saat ini penyidik sedang meminta keterangan dari saksi yang menemukan jasad almarhum Filep Karma saat jalan pagi di pinggir pantai Base G.

Memang awalnya saksi yang menemukan jasad korban dan melaporkannya ke polisi hingga anggota ke TKP kemudian datang keluarga korban.

Saat ini jenazah masih berada di RSUD Dok II Jayapura, kata Mackbon yang mengaku belum mengetahui penyebab meninggalnya korban.

“Anggota masih mendalami kasus tersebut, ” kata Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Mackbon.

Almarhum Filep Karma merupakan salah satu tokoh Papua Merdeka.

(Rizky Zulkarnain)