ilustrasi (istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Beberapa waktu lalu, Ketua RT 006 RW 011 Perumahan Villa Cibubur Indah, Ciracas, Jakarta Timur, dikabarkan dilaporkan warganya ke Kelurahan Cibubur karena diduga melakukan pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan kewenangan.

Husein Ibnu Najib Siregar, nama Ketua RT tersebut, pun dilaporkan warganya kepada pihak kelurahan melalui sebuah petisi.

Terkait hal ini, anak dari Siregar, Melissa mencoba mengklarifikasi kabar tersebut. Ia membantah tudingan yang dilayangkan warga kepada Ayahnya.

Berikut 10 poin bantahan Ketua RT terhadap berbagai tudingan warga

Kami dari pihak RT ingin menanggapi perihal berita yang ada mengenai petisi yang dikirimkan ke media. Karena petisi yang diberitakan tidaklah benar :

1. Subhanallah, itu tidak benar. Hal tersebut adalah sumbangan, bahwa itu sukarela, kalau mengenai pungutan lainnya karena saya RT baru ingin membantu THR untuk para karyawan. Setelah itu selama bulan puasa untuk urunan untuk pembelian takjil. Jadi bukan karena ada hal seperti pemaksaan.

2. Saya tidak pernah membawa preman untuk meminta perihal tersebut. Coba buktikan yang merasa hal tersebut. Saya pernah mendatangi warga atas inisial E itu dengan membawa bendahara saya dan itu resmi. Hal tersebut juga saya lakukan karena warga banyak mengeluh karna ibu dengan insial E ini mempunya kountainer daging beku dengan menempatkan di lahan milik warga.

3. Ini saya tidak pernah lakukan, malahan saya ngasih ke warga untuk one day service bahkan di keterangan disurat tersebut tidak menerima seperak pun dari warga, malahan surat-surat tersebut saya yang anter ke warga.

4. Dalam perihal menaikan iuran ini saya hanya mengajukan wacana dan hal tersebut belum terjadi, ini juga akan berlaku apabila ada persetujuan dari warga , jika tidak ya tidak akan saya lakukan. Dan hal ini juga dilakukan untuk bantuan pembayaran karyawan komplek. Karena dari yang sebelumnya setiap bulan masih terjadi kekurangan dalam penggajian tenaga kerja di komplek. Belum lagi termasuk untuk biaya bensin potong rumput,kebersihan komplek, dsb. Namun hal ini hanya wacana dan harus dibicarakan lagi dulu ke warga.

5. Untuk parkir juga saya tidak melakukan hal ini, parkir ini peruntukanya bagi pengunjung yang ingin menggunakan kolam renang begitu juga apabila ada dari pihak luar komplek yang mau menggunakan fasilitas komplek. Hal tersebut juga untuk biaya kebersihan komplek nantinya. Dan hal ini juga baru wacana yang masih harus dibicarakan ke warga,belum sama sekali diterapkan. Saya sebagai RT baru hanya ingin memberikan ide kepada warga.

6. Ini juga sama saja, gak ada buktinya.

7. Ini kejadiannya karena waktu itu kolam renang oleh pengurus lama dapat hanya (Rp) 1 juta lalu naik jadi 2-3 juta. Namun dari yang saya teliti kolam renang ini malah bisa mendapatkan lebih dari hal tersebut perbulannya, (setelah dipotong uang gaji pegawai kolam renang dan biaya obat serta kebersihan kolam renang.
Nah saya hanya heran, kemana uang tersebut selama ini? Bukan sama sekali ada niatan saya untuk mendapatkannya, namun saya ingin hal ini lebih terbuka.

8. Saya melakukan hal tersebut juga karena aspirasi dari warga, saya juga malah tidak terlalu mengenal satpam atau karyawan yang di PHK. Malah saya selalu mengingatkan ke setiap pekerja untuk bekerja dengan senyum agar warga juga senang dengan pekerja komplek. Dan pada hakekatnya Villa Cibubur juga bukan perusahaan,ini perkomplekan. Jadi saya juga memberikan gaji, pesangonnya, dan THRnya sesuai dengan dana kas yang ada. Saya juga masih baru menjabat baru 2 bulan. Bahkan yang membuat pengaduan tentang karyawan yang dipecat adalah regu dari karyawan itu sendiri bagaimana pekerjaan mereka selama ini.

9. Mengenai BPJS oleh pengurus yang lama dari 18 yang bekerja hanya 4 yang di cover BPJS. Malah saya sudah memberikan jalur kepada mereka, apabila mereka membutuhkan surat untuk pengurusan, dapat melalui saya agar memudahkan mereka untuk pembuatan BPI atau BPJS kelas 3. Karena insya Allah apabila mengeluarkan surat dari RT dapat memudahkan mereka.

10. Saya malah selalu transparasi di grup WA dengan warga setiap pemasukan dengan pengeluaran dana. Hingga pembelian perintilan seperti sapu lidi pun saya selalu laporan ke grup WA dengan warga.malah bon-bon warga bisa check di kesekretariatan yang telah dikelola oleh bendahara dan keuangan oleh sekertaris. Memang rekening atas nama saya, karena itu juga adalah instruksi dari Pemda DKI yang diterapkan keseluruh kelurahan, jadi jika ada bantuan apapun masuk ke rek tersebut. Untuk bukti semua dapat di lihat langsung. Sedikitpun tidak ada dan yang saya ambil.

(Teuku Wildan)