Data Bloomberg mencatat masuknya dana asing ke pasar saham mencapai 4,9 miliar dolar AS dan ke pasar obligasi sebesar 6,6 miliar dolar AS.
“Sentimen positif investor meningkat seiring dengan ketidakpastian menurun terkait isu perang tarif dan suku bunga the Fed, yang bisa membuat sentimen masuknya dana tersebut masih berlanjut hingga akhir tahun ini,” kata Lana.
Lana memprediksi pada hari ini rupiah akan mengalami koreksi seiring mata uang kuat Asia yaitu yen dan dolar Hong Kong yang dibuka melemah terhadap dolar AS pagi ini.
“Ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Kemungkinan rupiah bergerak antara Rp14.120 sampai Rp14.140 per USD,” kata Lana.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.106 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.117 per dolar AS.
Artikel ini ditulis oleh:
















