Jakarta, Aktual.co — Apakah Anda pernah diberitahukan oleh keluarga atau teman, jika Anda suka berbicara saat tertidur? Ya, fenomena ‘sleeping talking’ ini juga banyak menimpa sebagian orang dan itu di bawah alam sadar, demikian lapor Healthmeup, Jumat (2/1)

‘Sleeping Talking’ (atau yang kita kenal sebagai ‘mengigau’) yaitu gangguan tidur yang tidak normal. Berdasarkan penelitian, hal ini terjadi karena mereka sedang berbicara kepada diri mereka sendiri. Bahkan anehnya, mereka bisa tertawa, berbisik atau berteriak. Biasanya mereka mengalaminya hanya 30 detik dan jarang terjadi hingga lebih dari itu.

Saat terjadi ‘sleeping talking’ tersebut mereka menggunakan kata-kata yang tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan menggerutu, sehingga sulit untuk memahami apa yang orang tersebut katakan.

‘Sleeping talking’ terjadi umumnya pada anak-anak antara usia 3-10 tahun. Hampir lima persen orang dewasa juga mengalami ‘sleeping talking’ tersebut, dan sebagaian besar didominasi oleh kaum adam.

Penyebab dari ‘sleeping talking’ tersebut diantaranya, stres, depresi, demam, kurang tidur, seharian mengantuk, mengonsumsi alkohol, faktor keturunan, mimpi buruk, ‘sleep apnea’, gangguan perilaku tidur, gangguan jiwa, kejang nocturnal, penyakit mental atau medis, penyalahgunaan zat

Namun pertanyaannya, bisakah diobati?
Jawabannya, Anda tidak perlu menjalani pengobatan khusus untuk mencegah Anda dari berbicara dalam tidur. Tapi, Anda bisa mengurangi terjadinya berbicara sambil tidur dengan mengikuti kiat seperti ini.
1. Ikuti jadwal tidur yang teratur.
2. Tidur yang cukup, sebagai penyebab paling umum dari ‘sleeping talking’.
3. Hindari mengonsumsi alkohol, minuman berkafein lainnya serta makanan berat untuk mengurangi ‘sleeping talking’.

Artikel ini ditulis oleh: