Jakarta, Aktual.com – Berawal dari Pilkada Medan, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Fadli Zon memanas.

Andi Arief tak terima dengan peryataan Fadli menyebut Kota Medan semakin parah saat dipimpin Wali Kota Akhyar Nasution selama dua tahun belakangan.

“Dalam hal ini Fadli keblinger,” kata Andi lewat akun Twitter-nya, @AndiArief_, Selasa (27/10).

Ia menyebut bahwa calon yang diusung oleh partainya Fadli tidak mempuyai pengalaman politik.

Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rachman. Pasangan nomor urut 02 itu diusung delapan partai politik yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

Sementara Akhyar mencalonkan diri kembali sebagai wali kota Medan bersama Salman Alfarisi, diusung oleh Partai Demokrat dan PKS.

“Jika benar tuduhan Fadli Zon Kota Medan makin parah di bawah wali kota yang memimpin 2 tahun Pak Akhyar, maka dipastikan Kota Medan akan semakin enggak keruan jika dipimpin oleh wali kota paksaan Istana yang tidak berpengalaman dan tidak mengerti birokrasi,” ucap Andi.

Sebelumnya, Fadli menilai jika pemimpin Medan mau bekerja untuk rakyatnya, maka permasalahan di kota itu dapat diselesaikan. Akan tetapi, kata Fadli, Akhyar Nasution yang menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan tidak bisa membawa kota tersebut menjadi lebih baik.

“Pak Akhyar sudah diberi kesempatan, namun keadaan Medan malah semakin parah. Oleh sebab itu warga Medan harus mendukung Bobby-Aulia agar Medan berubah dan berkah,” kata Fadli di Begawan Coffe Medan, Senin (26/10).(RRI)

Artikel ini ditulis oleh:

Warto'i