Jakarta, Aktual.co —Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal digelar Desember nanti, di Nusa Tenggara Barat masih terkendala minimnya biaya.
Kepala Biro Pemerintahan Setda Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Dirjaharta mengatakan, hingga saat ini anggaran di tujuh kabupaten/kota belum semuanya terpenuhi sesuai usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kata dia, dari tujuh kabupaten/kota, yang dana untuk pilkada masih minim di antaranya Sumbawa. Dari permintaan KPU sebesar Rp19,414 miliar lebih, yang dialokasikan di APBD baru sebesar Rp 4,7 miliar lebih. Begitu juga Sumbawa Barat, yang diusulkan Rp13,934 miliar lebih, baru ada Rp7 miliar.
Lalu di Lombok Utara dari Rp 18 miliar, yang baru dialokasikan sebesar Rp8 miliar. Begitu juga di Bima Rp 23 miliar lebih baru Rp18 miliar yang diangggarkan. Kota Mataram Rp 21 miliar hanya Rp11 miliar yang dianggarkan, Dompu Rp15 miliar hanya Rp9 miliar.
Alhasil, baru Lombok Tengah saja yang sudah menganggarkan sesuai permintaan KPU sebesar Rp 24,931 miliar.
“Jadi belum semua kabupaten/kota menyiapkan anggaran untuk biaya pilkada. Padahal penyiapan anggaran pilkada wajib sifatnya,” ucap dia, Minggu (17/5).
Namun, dikatakan Dirjaharta, pemerintah masing-masing daerah sudah menginformasikan akan menyiapkan kekurangan anggaran itu dalam APBD perubahan 2015.
“Kami juga akan mengundang seluruh kepala daerah yang wilayahnya akan melaksanakan pilkada untuk membahas persoalan ini di Mataram. Mengingat pembahasan ini penting diharapkan semuanya bisa hadir,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:















