Jakarta, Aktual.co — Dua anggota Brimob yang terluka akibat baku tembak dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Gayatri, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (24/5) malam, diterbangkan ke Jakarta, guna mendapatkan perawatan intensif.
“Hari ini dibawa ke Jakarta untuk perawatan lebih lanjut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Mabes Pori, Jakarta, Senin (25/5).
Keduanya adalah, Bripka Wayan Pande yang mengalami luka tembak di lengan dan paha, serta Brigadir Wayan Sedana yang terluka pada pelipis wajahnya.
“Keduanya merupakan anggota Gegana Korps Brimob,” ucapnya.
Sementara terkait identitas dua jenazah terduga teroris yang tewas dalam baku tembak tersebut, hingga kini masih didalami. “Masih dilakukan pendalaman untuk mengetahui identitas keduanya,” ujarnya.
Agus menjelaskan, pada Jumat (22/5), Densus 88 Antiteror Mabes Polri dibantu Polda Sulteng dan Polda Sulsel menangkap seorang terduga teroris berinisial AQ.
Menurut Agus, AQ berperan sebagai kurir dan pembawa amunisi kelompok MIT.
“Dalam penangkapan AQ, disita beberapa barang bukti yakni 670 amunisi kaliber 5,56 mm, tiga butir amunisi kaliber 7,52 mm dan dua telepon seluler,” imbuhnya.
Selanjutnya pada Minggu (24/5), dua terduga teroris tewas dalam baku tembak dengan tim Densus 88 di Desa Gayatri, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Selain itu, di hari yang sama, Polri menangkap lima terduga teroris lainnya yakni Az, S, F, Ai dan H di Makassar, Sulawesi Selatan. “Keterlibatan kelimanya dalam terorisme yakni sebagai kurir, ikut pelatihan militer MIT,” ungkapnya.
Sementara pada Senin (25/5) pagi, Polri kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial N di Kota Luwuk, Sulawesi Tengah. Dalam jaringan MIT, N diduga berperan sebagai kurir, penyedia logistik dan ikut pelatihan militer MIT.
Hingga kini, polisi masih memeriksa ketujuh terduga teroris yang berhasil diamankan tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















