Jakarta, Aktual.co —  Anggota Komisi VI DPR RI Mochamad Hekal mengatakan pemerintah telah menganut faham liberalisme dan kapitalisne. Ia menilai pemerintah melepas harga BBM dan Gas Elpiji ke pasar supaya Pertamina tidak rugi hanyalah alasan.

“Ini juga bukti bahwa pemerintah menganut faham liberal dan kapitalis, dimana dalam faham seperti itu, cenderung hanya pemodal besar yang akan menang. Silakan menilai sendiri, apakah mayoritas rakyat kita pemodal besar atau bukan,” ujar Hekal saat dihubungi di Jakarta, Minggu (5/4).

Hekal menuturkan, melepas harga ke pasar sudah diputus dan dinyatakan melanggar UU oleh MK.

Sementara itu, Hekal mengatakan rakyat telah memilih Presiden Joko Widodo yang katanya pro rakyat, tapi BBM, elpiji pun harganya diserahkan ke pasar.

Menurutnya, dengan adanya hal tersebut, nasib rakyat dilepas ke pasar. Pemerintah hanya melindungi keuntungan lembaga dan badan-badan negara.

“Tapi kalau rakyat menderita, ya urusan masing-masing,” katanya

Artikel ini ditulis oleh: