Beranda Regional Jakarta Raya Anggota DPR Sebut Tol Becakayu Bisa Jadi Solusi Kemacetan Jakarta

Anggota DPR Sebut Tol Becakayu Bisa Jadi Solusi Kemacetan Jakarta

Bagian Jalan Masuk atau On Ramp Prumpung, On Ramp Casablanca Ruas Tol Becakayu (BPJT)

Bekasi, aktual.com – Komisi VI DPR RI meminta PT. Waskita Karya (Persero) sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, untuk segera menyelesaikan proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi – Cawang – Kp. Melayu). Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima menyatakan percepatan pembangunan Tol Becakayu bisa menjadi solusi dalam menangani kemacetan di Jakarta.

“Berdasarkan hasil kunjungan spesifik ini, bahwa untuk jalan Tol Becakayu ini diharapkan akan mampu menyambung rencana akses jalan yang bisa menambah volume traffic yang hampir 2x lipat. Kita harapkan di bulan Desember ini selesai,” ungkap Aria Bima usai melakukan Kunjungan Kerja Spesifik dengan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk di Bekasi, Jumat (9/12) kemarin.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut kembali menjelaskan Jalan Tol Becakayu yang dibangun ini secara langsung dapat mengurai kemacetan di Kalimalang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selain itu, manfaat lain yang didapatkan adalah dapat menjadi alternatif pengguna jalan tol, khususnya dari Bekasi menuju Tanjung Priok dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat.

Aria Bima juga melihat potensi keuntungan yang didapatkan dari pemasukan Tol Becakayu ini mampu menggantikan kerugian dari pemasukan jalur traffic yang lain.

“Ya, saya yakin jalan Tol Becakayu Seksi 2B MargaJaya-Tambun ini dapat memperkuat traffic dan kita harapkan akan mengurangi beberapa hal yang terkait kerugian. Sehingga nantinya Waskita Karya dapat membangun jalan tol lainnya yang memang proyek strategis pemerintah,” jelasnya seperti dikutip dari situs DPR.

Selaras dengan yang disampaikan Komisi VI DPR RI, Presiden Direktur PT. Waskita Karya, Destiawan Soewardjono juga menambahkan Tol Becakayu ini memang berkontribusi besar mengurai kemacetan.

“Dari yang kami pelajari, Tol Becakayu ini bisa dilewati sekitar 27.000 – 30.000 kendaraan tiap harinya,” tuturnya.

(Megel Jekson)