Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Jakarta, Aktual.com – Anggota DPR RI M Hasanuddin Wahid menyerap aspirasi petani tebu melalui Pengurus KUD dan Koperasi Tebu se Kabupaten Malang, Jawa Timur.

‚ÄúSejauh ini ada kelangkaan pupuk dimana mana, karena subsidi pupuk terbatas dan yang mengakses adalah mereka yang masuk kategori pemodal besar. Sedangkan petani kecil mengeluh karena tidak mendapatkan akses,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Cak Udin sapaan akrab Hasanuddin Wahid menghadiri acara diskusi petani tebu. Mereka tergabung dalam Pengurus KUD dan Koperasi Tebu Se Kabupaten Malang, yang berada di bawah lembaga Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR)

Ada 35 koperasi di bawah naungan PKPTR dengan total pengurus 175 orang dan 21.000 anggota. Diskusi dihadiri oleh Ketua PKPTR yang sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Malang adalah KH. Khamim Cholili atau Gus Hamim.

Menurut dia, tebu merupakan tanaman semusim yang banyak ditanam di Indonesia karena sebagai penghasil gula. Dalam usaha tani tebu terdapat berbagai macam permasalahan antara lain permasalahan lahan, pupuk dan juga permodalan.

Sehingga kata dia, petani indonesia tidak boleh tertinggal dari negara lain. Oleh karena itu, perlu perbaikan tata kelola pertanian dan tata kelola pupuk dari hulu ke hilir agar petani ke depan lebih sejahtera.

“Pertanian harus menjadi prioritas. Perlu perhatian khusus agar tercapai swasembada di bidang pertanian,” katanya menegaskan.

Karena itu, lewat forum silaturrahmi antar pengurus PKPTR, persoalan-persoalan yang dikeluhkan oleh petani perlu segera diselesaikan melalui kebijakan.

Hasanuddin berjanji, aspirasi para petani tebu ini akan langsung disampaikan ke pemerintah melalui DPR RI Komisi IV. (ANTARA)

(Tino Oktaviano)