Jakarta, Aktual.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menegaskan bawah pihaknya melarang warga Jakarta melakukan takbir keliling pada malam Idul Fitri 1437 Hijriah. Larangan ini pun mendapat sorotan dari Angkatan Muda Ka’bah, sayap organisasi PPP.
Ketua AMK, Sudarto pun menyayangkan sikap Pemprov DKI ini. Sebab menurutnya, takbiran keliling wajar dilakukan asal tertib. Selain itu, hal ini diakui dia juga telah menjadi budaya Islam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Ritual ibadah ini sekali setahun, puasa sekali setahun, takbiran keliling sekali setahun. Bukan malah takbiran dimatikan dengan beragam dalih. Takbiran adalah cara kami (umat Islam) menyambut hari kemenangan,” sesal Sudarto, di Jakarta, Selasa (5/7).
Dia pun mengaku tak bisa menemukan alasan relevan mengapa Pemprov DKI melarang rakyat Jakarta melakukan takbiran keliling. Bahkan, dia sampai menyindir Wagub DKI yang disebut lupa akan tradisi.
“Pak Djarot mungkin telah lupa bahwa dia tumbuh dalam tradisi takbiran keliling dan petasan di kampungnya,” ketusnya.
Sebelumnya, Djarot selaku Wagub DKI menyampaikan pendapatnya ihwal takbiran keliling yang dianggap kerap disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan warga. Dia pun mengimbau warga DKI tak melakukan takbir keliling.
“Saya imbau untuk takbiran di wilayahnya masing-masing. Tidak melakukan takbir keliling,” kata Djarot usai memimpin rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/6).
Mulai malam nanti, aparat gabungan dari kepolisian dan Satpol PP akan menyisir konvoi-konvoi yang melakukan takbir keliling. Terutama yang menggunakan kendaraan bak terbuka dan sepeda motor.
(M. Zhacky Kusumo)
Artikel ini ditulis oleh:












