Jakarta, Aktual.com – PT Jasa Marga (Persero) menyiapkan sejumlah langkah dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan arus balik Lebaran di Tol Cikampek, Jawa Barat menuju Jakarta.
“Kami memprediksi Selasa (19/6) malam dan Rabu (20/6) malam akan terjadi lonjakan arus balik ke Jakarta, atau bisa dikatakan puncaknya. Kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasinya,” kata Kepala Gerbang Tol Cikarang Utama Ahmad Zamzuri di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Selasa (19/6).
Menurut Ahmad Zamzuri, beberapa langkah antisipasi yang dilakukan itu, diantaranya memberlakukan sistem one way atau buka tutup serta menyiapkan seluruh perangkat yang dibutuhkan apabila sistem one way tersebut diberlakukan.
“Sistem one way itu dilakukan oleh pihak kepolisian. Tapi kami siapkan seluruh perangkatnya, mulai dari gardu tol, pembukaan lajur-lajur, penanganan di setiap lajur serta menyiapkan apabila harus dilakukan penutupan gerbang tol,” ujar Ahmad.
Selain itu, dia menuturkan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan dan kemacetan lalu lintas menuju Jakarta, maka pihaknya juga sudah memberlakukan sistem contra flow yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB siang tadi.
“Pelan-pelan kami sudah mulai melakukan contra flow, mulai dari kilometer 65 sampai kilometer 29, supaya arus kendaraan yang masuk Jakarta tetap lancar, jangan sampai terjadi kemacetan,” tutur Ahmad.
Lebih lanjut, pihaknya memperkirakan jumlah kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikarang Utama dalam rangka arus balik Lebaran pada Selasa (19/6) akan mencapai 105.000 kendaraan.
Sementara itu, dia mengyatakan pada Senin (18/6), jumlah keseluruhan kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikarang Utama mencapai 116.104 kendaraan. Jumlah tersebut melebihi perkiraan yang hanya sebanyak 99.502 kendaraan.
“Memang pada Senin (18/6) kemarin terjadi lonjakan arus balik, bahkan naik hampir 70 persen dari perkiraan kami. Oleh karena itu, kami siapkan sejumlah langkah antisipasi. Semoga arus lalu lintas dapat terdistribusi dengan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan,” ungkap Ahmad.
Ant.
Artikel ini ditulis oleh:
Teuku Wildan