Niat Puasa Qadha Ramadan
Niat adalah kunci sahnya puasa. Ia menjadi pembeda antara ibadah dan sekadar menahan lapar serta dahaga. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menegaskan bahwa niat merupakan salah satu rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan.
Lafal niat puasa qadha Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Pada dasarnya, niat cukup dihadirkan di dalam hati dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan karena Allah SWT.
Tata Cara Puasa Qadha Ramadan
Pelaksanaan puasa qadha pada dasarnya sama dengan puasa Ramadan. Namun, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Niat Sejak Malam Hari
Niat wajib dilakukan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Tanpa niat, puasa qadha tidak sah.
- Sahur
Sahur sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan dan membantu menjaga stamina selama berpuasa. - Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, wajib menahan diri dari:
- Makan dan minum
- Hubungan suami istri
- Segala perbuatan yang membatalkan puasa
3. Memperbanyak Amal Ibadah
Agar puasa qadha semakin bernilai, dianjurkan untuk:
- Memperbanyak salat sunnah
- Membaca Al-Qur’an
- Berdzikir dan bersedekah
4. Berbuka Puasa
Berbuka dilakukan saat Maghrib tiba, diawali dengan doa berbuka, kemudian menyantap makanan dan minuman yang halal serta tidak berlebihan.
Waktu Pelaksanaan dan Batas Qadha
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan kelonggaran waktu yang cukup panjang, yakni hingga 11 bulan, untuk menunaikan puasa qadha Ramadan. Secara syariat, batas akhirnya adalah sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Jika seseorang menunda qadha hingga melewati Ramadan berikutnya tanpa uzur syar’i, kewajiban qadha tetap harus ditunaikan. Hal ini menegaskan bahwa puasa qadha sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, secara bertahap dan konsisten, agar tidak menumpuk dan menjadi beban berat di kemudian hari.
Sebagai ibadah pengganti, puasa qadha Ramadan memiliki kedudukan penting dalam menjaga kesempurnaan rukun Islam. Islam memberi kemudahan, tetapi tetap menanamkan tanggung jawab. Dengan melaksanakan puasa qadha, seorang Muslim menunjukkan kesungguhan dalam menunaikan kewajiban kepada Allah SWT dan menyempurnakan ibadah yang sempat tertunda.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano
















